Home » » Pengaruh Penerapan Model CTL Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa; Intisari PTK

Pengaruh Penerapan Model CTL Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa; Intisari PTK

Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Olehnya itu, manusia dituntut untuk mengenyam pendidikan, baik itu pendidikan yang sifatnya informal, formal, maupun non formal.Sebagai suatu profesi, terdapat sejumlah kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, yaitu kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial kemasyarakatan, yang tentunya juga tidak terlepas dari model pembelajaran yang digunakan.

Dari beberapa model pembelajaran, ada model pembelajaran yang menarik dan dapat memicu peningkatan penalaran peserta didik yaitu model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL).

Berdasar pada pemaparan di atas, penulis tertarik untuk meneliti tentang penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPS Terpadu di Kelas VIII5 SMPN I Belawa.

Rumusan Masalah
  1. Bagaimana penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) di Kelas VIII5 SMPN I Belawa
  2. Bagaimana pengaruh penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap peningkatan hasil belajar siswa di Kelas VIII5 SMPN I Belawa?
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan Penelitian
  • Untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL) di Kelas VIII5 SMPN I Belawa.
  • Untuk mengetahui pengaruh penerapan Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik di Kelas VIII5 SMPN I Belawa
2.Kegunaan Penelitian
  • Kegunaan Ilmiah
  • Kegunaan Praktis
Hasil Penelitian
Penelitian ini diawali dengan melakukan survei/observasi awal dan melakukan pertemuan dengan pendidik yang lain bidang studi IPS Terpadu di Kelas VIII5 SMPN I Belawa Kab. Wajo. Ada beberapa tindakan-tindakan yang dilaksanakan diantaranya:
  1. Mengajak peserta didik untuk mengenal dan memahami cara belajar penerapan model CTL yang akan diterapkan di kelas.
  2. Memberikan kesempatan kepada peserta didik unutk bertanya jika belum jelas tentang penerapan model CTLyang akan diterapkan, memberikan informasi kepada peserta didik bahwa materi yang akan dipelajari dengan mempergunakan model CTL dalam proses pembelajaran kali ini adalah “Kondisi fisik wilayah indonesia memahami permasalahan sosial berkaitan dengan pertumbuhan jumlah penduduk dengan kompetensi dasar mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk dan indikator menunjukkan letak geografis Indonesia serta menganalisis kaitan letak geografis dengan iklim dan pembagian waktu di Indonesia”.
Selanjutnya diadakan tes awal dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik pada pokok pembahasan yang sudah dipelajarinya, dan hasil tes awal tersebut dijadikan sebagai skor awal peserta didik untuk dijadikan patokan dalam pembentukan kelompok sebagai acuan untuk melihat peningkatan hasil pembelajaran peserta didik setelah penerapan model CTL yang berdasarkan RPP.

Dari hasil tes awal memperlihatkan bahwa secara klasikal rata-rata dari hasil belajar peserta didik kelas VIII5 SMPN I Belawa mencapai 62, 88 dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 26, 92%. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik masih banyak yang belum tuntas menyelesaikan soal-soal tersebut disebabkan, pemahaman peserta didik terhadap konsep-konsep dasar materi tersebut masih sangat kurang.

Penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) di Kelas VIII5 SMPN I Belawa

Tindakan Siklus I
  • Perencanaan
  • Pelaksanaan tindakan
  • Observasi dan Evaluasi
  • Refleksi
  1. Melaksanakan pemeriksaan tentang kesesuaian pelaksanaan dan perencanaan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran CTL.
  2. Kekurangan/kelemahan yang terjadi selama proses pembelajaran
  3. Kemajuan yang dicapai oleh peserta didik
  4. Rencana tindakan pembelajaran selanjutnya.
Berdasarkan pada kekurangan/kelemahan di atas, maka disepakati bahwa pada siklus berikutnya akan diadakan perbaikan.
Tindakan Siklus II
  • Perencanaan
  • Pelaksanaan tindakan
  • Observasi dan Evaluasi
  • Refleksi
Pada pelaksanaan tindakan siklus II ini telah menujukkan kesempurnaan baik dari pihak peneliti/teman kolaborasi maupun peserta didik.

2.Faktor pendukung, penghambat dan solusinya terhadap penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL)

Hasil pengamatan pada siklus I dan siklus II maka peneliti/teman kolaborasi mengamati proses pembelajaran dan dapat disimpulkan bahwa, yang menjadi faktor pendukung selama proses pembelajaran berlangsung yaitu: sarana dan prasarana pembelajaran dalam hal ini buku-buku sumber dan buku wajib, tenaga pendidik yang sudah tersertifikasi, serta fasilitas yang mendukung terciptanya penerapan model CTL. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat secara umum adalah, paradigma pendidik dan peserta didik terhadap model pembelajaran CTL.

3.Pengaruh penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap peningkatan hasil belajar siswa di Kelas VIII5 SMPN I Belawa.

Setelah melihat proses pembelajaran siklus I ke siklus II dengan menerapkan model CTL, peneliti/teman kolaborasi dapat menyimpulkan bahwa dalam proses pembelajaran IPS Terpadu ada peningkatan hasil yang didapatkan oleh peserta didik yang ditetapkan sesuai dengan pleaning mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotori.
Hasil tersebut bisa kita lihat dari pertemuan per-siklusnya, yakni pada siklus I hasil yang diperoleh peserta didik secara klasikal rata-rata dari hasil belajar peserta didik kelas VIII5 SMPN I Belawa mencapai 67 dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 46, 15%. Selanjutnya, pada siklus II secara klasikal presentase ketuntasan telah mencapai 81% dengan rata-rata 77. Hal tersebut telah mencapai indikator kinerja yang ditetapkaan yakni presentase ketuntasan klasikal 80% dengan rata-rata 70.

Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan dan analisis data yang diperoleh dari objek penelitian, maka disimpulkan bahwa:
  1. Penerapan model CTL yang dilaksanakan di kelas VIII5 SMPN I Belawa bidang studi IPS Terpadu dengan materi “Kondisi fisik wilayah indonesia memahami permasalahan sosial berkaitan dengan pertumbuhan jumlah penduduk dengan kompetensi dasar mendeskripsikan kondisi fisik wilayah dan penduduk dan indikator menunjukkan letak geografis Indonesia serta menganalisis kaitan letak geografis dengan iklim dan pembagian waktu di Indonesia” dapat meningkatkan hasil pembelajaran melalui penerapan model CTL. Hal ini ditunjukkan pada nilai peserta didik sebelum penerapan model pembelajaran CTL dengan hasil belajar peserta didik kelas VIII5 SMPN I Belawa mencapai 62, 88 dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 26, 92%. Setelah diterapkannya model pembelajaran CTL pada siklus I, hasil belajar peserta didik kelas VIII5 SMPN I BELAWA mencapai 67 dan keuntasan belajar klasikal mencapai 46, 15%. Selanjutnya hasil pada siklus II, Terlihat bahwa secara klasikal presentase ketuntasan telah mencapai 81% dengan rata-rata 77.
  2. Keberhasil penerapan model CTL di Kelas VIII5 SMPN I Belawa, tentu ada pengaruh dari berbagai pihak di antaranya, pendidik sebagai kontrol dalam proses pembelajaran yang mengontrol peserta didik berjalannya proses pembelajaran sehingga bisa terlaksana dengan baik dan mengakibatkan peninggkatan hasil belajar peserta didik.
Implikasi Penelitian

Penerapan model pembelajaran CTL dalam meningkatkan hasil pembelajaran pada mata pelajaran IPS Terpadu di Kelas VIII5 SMPN I Belawa, bisa berjalan dengan baik sesuai dengan harapan dan dapat meningkatkan hasil pembelajaran pada mata pelajaran IPS Terpadu. Berdasarkan pada hasil penelitian di atas, ada beberapa implikasi atau rekomendasi kepada pihak yang berkompeten demi tercapaianya hasil peningkatan pembelajaran yaitu:
  1. Melalui penerapan model pembelajaran CTL dapat meningkatkan hasil pembelajaran peserta didik di Kelas VIII5 SMPN I Belawa, itu tidak terlepas dari sarana dan prasarana sekolah, pendidik yang berukualitas.
  2. Bagi sekolah pada umumnya dan khususnya di Kelas VIII5 SMPN I Belawa, agar hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan dan acuan pengambilan kebijakan dalam rangka meningkatkan hasil pelajar peserta didik khususnyya pada bidang studi IPS Terpadu.
DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Sofyan Amri dan Iif Khoiru. Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif dalam Kelas. Jakarta: Prestasi Pustaka Publiser, 2010.
Arikunto, Suharsimi. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2001.
------. Penelitian Tindakan Kelas, Cet. III; Jakarta: PT Bumi Aksara, 2008.
-------. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Cet. XIV; Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Carey, Walter Dick dan Lou. The Sistematic Design of Intructioon. Florida USA: Foresman Co, 1985.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
Depdiknas, Model Pembelajaran Kontekstual 2. Jakarta: Dirjen Dikdasmen, 2007.
Hadi, Sutrisno. Metodologi Research. Yogyakarta: Gajah Mada Press, 1980.
Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: PT Raja Wali Pers 2010.
-------. Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru. Cet. IV; Jakarta: Rajawali Pers, 2010.
Komalasari, Kokom. Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi. Bandung: PT Rafika Aditama, 2010.
Moleong, Lexi J. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002.
Mudjiono, Dimyati dan. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta, 2009.
Sanjaya, Wina. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompontensi. Jakarta: 2008.
------. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Fajar Interpratma, 2008.
------. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana, 2010.
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta, 1997.
Subagyo, Joko. Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta, 1991.
Suparno, Riset Tindakan untuk Pendidik. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana, 2008.
Sujana, Nana. Penilaian Hasil Belajar Mengajar. Bandung: Rosdakarya, 2005.
------. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1999.
Trianto, Mendesain Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) di Kelas. Jakarta: Cerdas Pustaka Publisher, 2008.
Undang-undang Guru dan Dosen (UU RI No. 14 Tahun 2005). Jakarta: Sinar Grafika, 2009.
Undang-undang Sisdiknas (UU RI No. 20 Tahun 2003). Jakarta: Sinar Grafika, 2009.
Wahyuni, Baharuddin dan Esa Bur Teori Belajar dan Pembelajaran. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2009.
Zaini, Syaiful Bahri Djamarah dan Azwan. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2006.

By. Sirajuddin Umar

®SMPN I Belawa
Share this article :

+ komentar + 2 komentar

Selamat buat SMP 1 Belawa. Moga khdiran blog sekolah dpt mnjdi wadah kreativitas guru n' siswa.
Maaf, blm smpat nyumbang ....

wah....padahal sumbangan yang ditunggu-tunggu...hehehehehe

Poskan Komentar

 
Modified : Celoteh Guru
Copyright © 2011. SMPN I Belawa Kab. Wajo - All Rights Reserved
Web Created by Mushlihin Published by #RM
Proudly powered by Blogger