Home » » Meningkatkan Konsentrasi Siswa dalam Pembelajaran Matematika Melalui Ketrampilan Guru Mengelola Kelas; Intisari PTK

Meningkatkan Konsentrasi Siswa dalam Pembelajaran Matematika Melalui Ketrampilan Guru Mengelola Kelas; Intisari PTK

Kurangnya konsentrasi siswa terhadap pelajaran apalagi terhadap mata pelajaran matematika,akan menghambat proses pembelajaran. Rendahnya konsentrasi siswa terhadap suatu pelajaran, belum tentu sumber kesalahannya terletak pada diri siswa. Ketrampilan guru menyampaikan materi ajar yang kurang memadai dapat meyebabkan kelas menjadi tidak menarik dan cenderung membosankan siswa. Suara guru yang kurang keras, sikap guru yang kurang tegas, metode pembelajaran yang kurang tepat, atau posisi guru saat mengajar banyak duduk dapat membawa suasana yang tidak menarik perhatian. Selain itu cara guru berhubungan dengan siswa juga sangat menentukan. 
Menurut Lozanov (De Porter, dkk, 2000: 3), segala sesuatunya berarti setiap kata, pikiran, tindakan, dan asosiasi dan sampai sejauh mana guru mengubah lingkungan belajar, presensi, dan rancangan pengajaran, sejauh itu pula proses belajar berlangsung.
Oleh karena itu, menetapkan definisi efektivitas pembelajaran yang disetujui semua orang bukanlah sesuatu yang sederhana. Jika dalam praktek pembelajaran “efektivitas” adalah apa saja yang dilakukan guru untuk membuat siswa belajar, dan dalam hal ini guru tidak perlu menggunakan intimidasi, penggunaan hukuman badan atau bentuk lain yang biasanya tidak disukai kebanyakan orang, maka pembelajaran efektif adalah pembelajaran yang “memudahkan siswa belajar” sesuatu yang “bermanfaat” seperti fakta, ketrampilan, nilai, konsep, dan bagaimana hidup serasi dengan sesama.  
Dari refleksi diatas dapat dirumuskan pertanyaan penelitian tindakan sebagai berikut: “Jika dalam pembelajaran matematika guru telah melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran dengan tepat, maka konsentrasi siswa akan lebih baik”
Hasil Penelitian dan Pembahasan 
Secara sistematik hasil penelitian ini disajikan dalam susunan: (1) Penyusunan program tindakan pembelajaran, (2) Pelaksanaan tindakan pembelajaran, (3) Evaluasi program tindakan pembelajaran dan, (4) Pembahasan.
Penyusunan Program Tindakan Pembelajaran. 
Solusi untuk mengatasi masalah usaha meningkatkan konsentrasi siswa dalam pembelajaran matematika perlu disusun kedalam suatu program tindakan pembelajaran. Penyusunan programtindakan pembelajaran dalam arti luas, berlangsung sejak mulai meneliti GBPP sampai meyusun Program Satuan Pelajaran (PSP) Pada PSP ini memuat beberapa Rencana Pembelajaan (RP) yaitu Program Pembelajaran per Pertemuan.Pada penelitian ini disepakati, pembenaran struktur pembelajaran matematika yang dituangkan dalam Rencana Pembelajaran.
1. Memperbaiki Kompetensi Material Guru
Dalam Bidang Matematika Kegiatan untuk memperbaiki kompetensi material guru dalam bidang matematika berkaitan dengan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan guru dalam bidang materi ajar matematika dan metodologi pengajarannya. Tindakan yang disepakati untuk memperbaiki kompetensi material guru dalam bidang materi ajar matematika, yaitu mengidentifikasi materi ajar matematika diekolah. Sedangkan dalam bidang metodologi, pembelajaran tindakan yang disepakati yaitu mendiskusikan bagaimana memanfaatkan berbagai strategi pembelajaran, perbedaan individu siswa, dan alat pembahasan dari masing-masing bidang.
2. Identifikasi Masalah dan Penyebabnya 
Permasalahan kelas yang perlu diatasi untuk usaha peningkatan konsentrasi siswa dalam pembelajaran matematika adalah konsentrasi siswa dalam pembelajaran kurang. Setelah mendapatkan masalah tersebut diatas, diskusi dilanjutkan untuk mngidentifikasi faktor penyebab lainnya. Karena melalui pemahaman berbagai kemungkinan penyebab masalah, suatu tindakan (alternative solution/ action) dapat dikembangkan.
3. Perencanaan Solusi Masalah. 
Tindakan solusi masalah yang disepakati oleh guru matematika, dan peneliti, yaitu pembenahan gaya mengajar dengan pemecahan yang akan dikembangkan pada siklus pertama sebagai berikut:
a. Model pembelajaran
Pembelajaran yang biasanya cenderung satu arah dibenahi menjadi pembelajaran yang melaksanakan kombinasi dari klasikal, kelompok kecil, dan individual.
Menurut Uzer Usman (1996: 103) kombinasi pembelajaran secara klasikal, kelompok kecil dan individual memberikan peluang yang besar bagi tercapainya peningkatan efektivitas pembelajaran.
Pelaksanaan Tindakan Pembelajaran
Tindakan Kelas Putaran I
Model pembelajarannya adalah kombinasi dari klasikal, kelompok kecil. Sedangkan strategi pembelajarannya adalah strategi pembelajaran terbuka dengan pendekatan induktif maupun deduktif, dan di dalam kegiatan pembelajaran menekankan task-involvement.
Tindakan Kelas Putaran II
Berbagai revisi yang disepakati oleh para guru matematika dan peneliti adalah:
1)Pembelajaran yang menekankan task-involvement,2) tempat duduk kelompok belajar siswa, dan 3) beberapa tindakan pembelajaran yang harus dilakukan guru matematika kelas II dalam strategi terbuka. Jika diperhatikan proses pembelajaran yang dilaksanakan pada tindakan kelas putaran I, semula direncanakan dengan penekanantask-involvement namun belum berjalan baik.
Tindakan Kelas Putaran III
Berdasarkan hasil refleksi terhadap tindakan kelas putaran II maka rencana tindakan kelas putaran II perlu direvisi, dan hasilnya akan digunakan sebagai acuan tindakan kelas putaran III. Revisi yang disepakati oleh peniliti dan para mitra kolaborasi adalah 1) persiapan guru sebelum memberikan tindakan pembelajaran, dan 2) mengurangi dominasi guru di dalam pembelajaran. Jika diperhatikan proses pembelajaran yang dilaksanakan pada tindakan kelas putaran II, yaitu pembelajaran dengan penekanan taskinvolvement melalu kerja praktek sesuai tahapan belajar Bruner belum bisa berjalan lancar. Hal ini disebabkan persiapan guru sebelum memberikan tindakan pembelajaran masih kurang.
Tindakan Kelas Putaran IV
Berdasarkan hasil refleksi terhadap Tindakan Kelas Putaran III, maka rencana Tindakan Kelas Putaran III perlu direvisi dan hasilnya akan digunakan sebagai acuan Tindakan Kelas Putaran IV. Revisi yang disepakati bersama adalah pada pembelajaran yaitu rancangan pembelajaran “Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan”. Penggunaan tindakan kelas ini, menuntut guru di dalam pembelajaran harus selalu menumbuhkan minat siswa, memberikan pengalaman belajar siswa, menyediakan kata kunci, konsep, model, dan rumus untuk memberikan nama suatu data, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendemonstrasikan pelajaran, menunjukkan cara-cara mengulangi materi ajar.
Evaluasi Program Tindakan Kelas
Evaluasi berdasarkan standar minimum tujuan jangka pendek Hasil pengamatan pada tindakan kelas putaran I dievaluasi bersama diperoleh kesepakatan, bahwa tindakan guru matematika kelas II yang sesuai harapan adalah cenderung a) mengingatkan siswa untuk mengulangi materi ajar yang sudah dibahas, b) tidak membeda-bedakan perlakuan terhadap siswa, dan c) tidak mengejek atau memarahi siswa walaupun siswa menjawab salah. Berdasarkan pembelajaran secara keseluruhan pada tindakan kelas II putaran 1, perilaku siswa yang berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsentrasi siswa kelas II  kurang baik, sebab siswa yang mempunyai konsentrasi kurang lebih 8 siswa (25,8%).
Kesimpulan
Hasil kerja kolaborasi, yaitu perencanaan pembelajaran progresif, hasil evaluasi pelaksanaan tindakan kelas dan tanggapan guru matematika yang terlibat dalam kegiatan ini, serta profil yang dibuat oleh guru matematika yang melaksanakan tindakan kelas mendukung hipotesis tindakan jika di dalam pembelajaran matematika guru telah melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran dengan tepat, maka konsentrasi siswa akan lebih baik.
Dengan demikian peranan guru dalam mengelola kelas sangatlah diperlukan untuk dapat membuat siswa menerima materi khususnya matematika.

*Tulisan di Atas merupakan intisari PTK
®SMPN I Belawa

Share this article :

Poskan Komentar

 
Modified : Celoteh Guru
Copyright © 2011. SMPN I Belawa Kab. Wajo - All Rights Reserved
Web Created by Mushlihin Published by #RM
Proudly powered by Blogger